| 24 Tahun “Dinikmati” Sang Ayah |
|
|
|
| Tuesday, 06 May 2008 | ||||||
|
Seorang perempuan Austria berusia 35 tahun telah menjadi korban penganiyayaan oleh bapak kandungnya sendiri, dalam bentuk pemerkosaan. Selama kurang lebih 24 tahun, Elisabeth, dikurung oleh bapaknya sendiri di ruang bawah tanah yang menjadi gudang penyimpan anggur dan diperkosa secara terus menerus. Kejadian tersebut berawal sedari Elisabeth berusia 11 tahun, tepatnya 28 Agustus 1984. Hasil dari pemerkosaan ini adalah ketujuh anak yang dilahirkan oleh Elisabeth di dalam ruang bawah tanah tersebut.
Kasus ini dapat dideteksi oleh polisi dengan datangnya sebuah surat dari Elisabeth, semenjak dirinya dinyatakan hilang selama sebulan. Di surat tersebut ia mengatakan bahwa ia tidak mau bertemu dengan kedua orangtuanya lagi.
Saat diinterogasi oleh polisi, Elisabeth sangat terlihat mengalami gangguan jiwa yang berat. Menurut penyelidikan, salah seorang anak Elisabeth meninggal sesaat setelah ia melahirkan, karena tidak mendapat perawatan yang baik. Sementara anaknya yang lain, berusia 19 tahun, mengalami kesehatan yang buruk. Usia anak-anaknya berkisar antara 5-20 tahun.
Menurut Franz Polzer, Kepala Biro Kriminal Kepolisian Austria, ini merupakan kasus kriminalitas terbesar di Austria. "Kami sekarang tahu bahwa ini bukan kasus seorang ibu menelantarkan anaknya, tetapi justru si ibulah yang disekap ayahnya selama 24 tahun di ruang bawah tanah, diperkosa hingga melahirkan anak-anak," kata Franz.
Sampai saat ini, kepolisian Austria terus menyelidiki kasus penganiyaan ini, dan sedang melakukan tes DNA untuk mematiskan apakah keenam anak yang dilahirkan Elisabeth itu juga merupakan anak dari Josef, bapak kandung Elisabeth. (Deisha/08)
Sumber : www.kompas.com
Add as favourites (36) | Quote this article on your site | Views: 514
1. 14-05-2008 13:59 durhaka itu ayah wah fertil amat tu anak ya.mpe banyak gitu anakx.masa anak sendiri diperkosa berkalli2 seh.apa ngak puas udah punya istri. sekarang anak lagi dimakan.heran ma anak sendisri aj punya nafsu birahi, apalagi ma anak oranglain gitu. Write Comment
|
||||||
| < Prev | Next > |
|---|






